Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Bali dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Sebagai daerah tujuan
wisata utama, kekayaan dan keindahan alam, serta keunikan seni budayanya
menjadi daya tarik utama. Bali tidak hanya terkenal di dalam negeri tetapi di luar negeri juga. Bali ini memiliki julukan pulau dewata karena memiliki
kekhasan yang dipengaruhi oleh agama hindu.
Oleh karena itu, sektor pariwisata menjadi andalan bukan hanya oleh
Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga seluruh lapisan masyarakatnya banyak
berharap dari sektor jasa ini.
Faktor yang menyebabkan bali sebagai daerah tujuan wisata andalan
di Indonesia, karena memiliki kekhasan pada objek wisatanya, baik wisata
alam maupun wisata budaya. Selain itu, didukung pula oleh sarana dan
prasarana pariwisata yang lengkap.





Berpikir produktif, kreatif, dan inovatif adalah cahaya bagi kehidupan. Kehidupan yang ada di seluruh alam semesta ini. Sebab itulah bagi orang yang tidak berilmu, hakikatnya dirinya telah mati. Seluruh inderanya tidak dapat dimanfaatkan menurut kodrat, untuk apa indera itu diciptakan. Setiap langkahnya lebih mengarah kepada tindak ketidakmanfaatan, kedholiman, dan kemudlaratan. Maka, jadilah orang yang berilmu. Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari seorang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke arah kematian.
Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia dan merupakan bagian dari siapa kita. Kreativitas merupakan naluri kita yang terbawa sejak lahir. Karena itu, dengan mengetahui kreativitas sebagai sifat hakiki kita sebagai manusia dan memahami bagaimana cara dan proses kita berpikir, kita akan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan maupun mengembangkan gagasan atau ide. Kreativitas dalam hal ini tidak terbatas pada pengembangan gagasan atau inspirasi ide, tetapi termasuk kreativitas dalam pengambilan keputusan maupun pemecahan masalah.
Dalam perekonomian saat ini, bekerja dikantoran bukan lagi menjadi prioritas untuk mendapatkan uang demi kelangsungan hidup. Seperti yang kita keteahui menjadi wirausahawan merupakan hal yang sangat menarik dan bersaing di jaman ini. Dimana kita tidak terikat dengan waktu dan bos yang terkadang menjengkelkan. Membuat usaha kecil merupakan tombak awal untuk pemula yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di sela-sela hari kuliahnya.
Bagi saya, memulai usaha dimulai dari hal yang paling kita sukai, jika saya membuat suatu usaha kecil saya tertarik untuk membuat menu makanan sehat. Namun untuk oemula seoerti saya, saya akan memulainya dari menjual salad buah dan salad sayur. Saya tertarik dengan salad karena saya sendiri sangat senang manyantap makanan tersebut, maka sedikit tidaknya saya telah memiliki stsayar rasa yang cukup enak bagi saya.
Segala hal positif tentunya akan saya lakukan untuk mengembangkan usaha saya. Karena saya sudah menentukan segala langkah yang akan saya tempuh, segera ciptakan cara untuk memanajemen strategi yang sudah saya buat tadi. Hal ini penting untuk memonitor langkah-langkah yang sudah saya lakukan. Adakah yang perlu dibenahi dan dirombak atau malah dilanjutkan dan dikembangkan. Dengan begitu akan lebih mudah memajukan usaha saya dan juga tentunya menambah profit yang sudah dihasilkan sebelumnya oleh usaha saya.
Hal-hal yang saya lakukan untuk mengembangkan usaha saya:
Pertama, ciptakan to do list. Membuat daftar apa saja yang harus saya lakukan dalam beberapa waktu ke depan. Tuliskan secara rinci mulai dari jangka pendek, menengah sampai lama. Dengan begitu akan lebih mudah bagi saya untuk melacak apa sajakah yang sudah dan belum saya kerjakan. Tempel atau letakkan daftar to do list tersebut di tempat yang sering saya lihat misalnya meja kerja, pintu keluar atau yang lainnya. Jika saya sering membacanya tentunya akan dengan mudah menaikkan motivasi saya untuk menyelesaikannya.
Kedua, buat skala prioritas. Tentukan mana sajakah yang harus segera saya selesaikan dalam minggu ini, bulan ini sampai tahun ini. Dengan begitu memudahkan saya untuk segera menuntaskan pekerjaan yang penting untuk usaha saya. Skala prioritas juga membantu saya untuk mengatur waktu. Saya akan lebih terfokus untk menyelesaikan tugas jangka dekat dan yang paling penting saja. Misalnya saya harus pergi untuk bertemu teman-teman saya, dan saya harus pergi mengantarkan pesanan. Tentunya hal yang paling penting adalah mengantarkan pesanan. Dimana pelanggan adalah prioritas utama saya. Hal-hal seperti itulah yang harus saya pisahkan untuk mendapatkan kinerja yang efektif dan efisien.
Ketiga, konsistensi itu penting. Coba lakukan semua rutinitas di atas sebagai suatu kebiasaan sehingga hasilnya akan lebih terlihat. Lakukan semuanya dengan terarah sebagai rutinitas usaha saya. Dengan begitu saya tidak akan bisa meninggalkannya. Konsistensi itu penting untuk membuat usaha yang saya lakukan berhasil dan sukses. Tidak adanya konsistensi sama halnya dengan saya sudah menyusun rencana liburan namun saya tidak memiliki biaya untuk berangkat, sia-sia saja bukan? Oleh karena itu siapkan niat dan juga konsistensi untuk mengembangkan usaha saya.
Keempat, lakukan evaluasi. Hal terakhir yang tidak kalah penting untuk saya lakukan sebagai pelaku usaha adalah melakukan evaluasi. Di setiap akhir bulan lakukan evaluasi sebagai waktu untuk melakukan penilaian terhadap langkah-langkah apa saja yang sudah saya lakukan. Jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai saya bisa menggantinya dan melakukan revisi yang diperlukan. Jika langkah tersebut sudah sesuai saya bisa melanjutkannya dengan beberapa pengembangan yang dapat lebih mengoptimalkan hasil yang sudah saya peroleh. Jika perlu tanyakan kepada rekan keja atau orang lain untuk menilai hasil kinerja usaha saya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.





Dampak Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri Keempat sedang membentuk kembali setiap bidang kehidupan manusia – dari pemerintah hingga perdagangan dari pendidikan hingga perawatan kesehatan. Revolusi ini bahkan memengaruhi nilai-nilai, peluang, hubungan, dan identitas manusia dengan memodifikasi dunia virtual dan fisik manusia.
Revolusi Industri tentunya sangat berdampak pada kehidupan masyarakat pada zaman sekarang. Tidak hanya dampak negative, revolusi industry juga memiliki beberapa dampak positif.
Dampak Positif dari Revolusi Industri 4.0 antara lain:
Sedangkan dampak negatif yang dapat diberikan oleh revolusi industri 4.0, ialah antara lain :





Belakangan ini kita kerap diramaikan dengan wisatawan milenial. Selama sepuluh taun kedepan Wisatawan Milenial yaitu remaja tahun kelahiran 1980 samapai tahun 2000 akan memasuki puncak kedewasaan mereka dalam berpenghasilan dan menghabiskan akhir tahun kejayaan mereka. Kedewasaan mereka tentunya diharapkan dapat mendorong gelombang konsumen pada umumnya dan pertumbuhan pariwisata pada khususnya.
Pariwisata milenial atau disini disebut saja The Millennial adalah jenis konsumen yang berbeda dari boomer dan Gen-Xers. Tidak seperti mereka, The Millennial Traveller ini hidup pada tatanan social yang selalu berubah-ubah. Generasi ini merupakan penduduk asli digital dan mungkin bisa dikatakan generasi global pertama yang sesungguhnya disatukan oleh internet berkat adanya gobalisasi.
Generasi milenial lebih berkeinginan untuk membuat sesuatu yang berdasarkan kemampuan dan keahlian mereka guna membuat perubahan. Mereka akan menempatkan hobi dan karir mereka pada prioritas tertingginya. Sedangkan untuk pembelian jangka panjang seperti rumah dan mobil akan ditempatkan pada posisi terendah berdasarkan prioritasnya. Mereka menganggap nilai uang tersebut dapat digunakan untuk kehidupan pribadi mereka, tentunya karena mereka belum memiliki keluarga untuk mereka nafkahi.
Akan tetapi peningkatkan globalisasi dan konektifitas internet yang 24 jam dalam sehari juga membawa keinginan mereka untuk membeli sesuatu yang baru. Mereka adalah konsumen yang berpendidikan yang mau menghabiskan waktu dan pengetahuan yang mereka miliki untuk mecari tahu mengenai sesuatu yang mereka inginkan atau butuhkan dengan pola pikir yang kritis sebelum melakukan pembelian. Mereka sangat mementingkan untuk individualitas dan ekspresi diri dengan sering membagikan pendapat mereka melalui internet, khususnya pada situs media social yang mereka miliki. Terlebih lagi, mereka terus menerus mencari informasi yang otentik dari mulut ke mulut bukan hanya dari keluarga maupun teman, tetapi juga dari ulasan ulasan yang terpercaya dan blogger anonim.
Hasil studi Singapore Tourism Board menyatakan bahwa wisatawan milenial lebih suka mencari pengalaman baru, unik, otentik dan personal. Mereka sangat percaya pada ulasan-ulasan wisata terutama pada media sosial. Pada poin inilah wisata berbasis masyarakat bertemu dengan tren pasar. Desain wisata yang mengedepankan keintiman interaksi masyarakat desa dengan para wisatawan serta keunikan desa menjadi daya tarik bagi wisatawan milenial. Masih menurut Singapore Tourism Board, wisatawan milenial Indonesia mudah terpengaruh oleh pengalaman orang lain. Media social-lah yang menjadi media saling mempengaruhi tersebut. Selain media sosial, forum-forum di internet dan situs review wisata menjadi rujukan bagi mereka untuk berkunjung ke sebuah tempat wisata.
Generasi milenial adalah konsumen wisata yang sangat potensial. Selain jumlah yang besar, karakter mereka secara tidak langsung sangat mendukung proses promosi. Karenanya, pengelola wisata dituntut untuk mengikuti keinginan dan harapan mereka. Jika tidak, tentu mereka akan mengabaikan wisata kita. Secara berurutan, generasi milenial paling banyak menggunakan media sosial youtube, facebook dan instagram. Pegiat wisata berbasis masyarakat harus mempelajari karakter dari ketiga media sosial tersebut. Secara teknis, perlu riset media sosial untuk mendapatkan hati para generasi milenial. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari kata kunci yang berhubungan dengan wisata yang sedang kita kembangkan. Setelah itu perlu mencari akun atau orang-orang yang tertarik dengan karakter wisata yang sedang dikembangkan. Terakhir, mengunggah foto atau video terbaik dengan menyertakan kata kunci dan menandai (tag) orang-orang sehuingga saat orang lain membuka aplikasi tentu akan menjadi prioritas tampilan dalam halaman awal.
Saat ini seperti yang sudah kita ketahui terajdi perubahan ekonomi. Perubahan tersebut berimbas terhadap perubahan perilaku berwisata, dari hanya menikmati waktu senggang dengan kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga yang biasa disebut dengan wisata sun, sand, and sea, berubah menjadi mencari pengalaman (experiences) dengan unsur ingin mendapatkan pengakuan karena pernah mengunjungi tempat-tempat yang lagi hits pada masanya. Perubahan perilaku berwisata tersebut menurut saya disebabkan oleh kebanyakan manusia sekarang ini yang sudah addicted terhadap gadget terutama smartphone yang sudah menjadi kebutuhan pokok diluar sandang, pangan dan papan. Mereka tidak bisa atau sulit untuk hidup sehari tanpa gadgetnya. Mereka sering kali bahkan tidak memperhatikan sekelilingnya saat sedang focus bermain gadget.
Dari hal tersebut juga memperlihatkan bahwa kecemasan juga sudah berubah, dari mencemaskan pengorbanan untuk mengunjungi destinasi wisata menjadi mencemaskan kalau unggahan dalam social medianya tidak mendapat gambar hati oleh follower atau fans-nya. Bahkan mereka akan sangat cemas apabila pengikut social medianya berkurang entah karena suatu hal.
Generasi Digital milenial sangat juga sangat senang mengabadikan hal hal aneh yang ada disekelilingnya saat mereka sedang melakukan perjalanan wisata ataupun sedang sekedar melepaskna penatnya di suatu tempat yang mereka sukai. Terkadang hal ini membuat penyebaran informasi tentang apapun menjadi lebih cepat tersebar didunai maya.
Hal inilah yang menjadi perbedaan yang begitu signifikan antara traveller terdahulu dengan generasi mileal saat ini. Namun semua hal akan selalu ada pro dan kontra di dalmanya. Sehingga sebaiknya kita mengambil hal-hal positif yang diberikan oleh generasi milenial dan mengesampingkan hal-hal yang sekiranya tidak baik untuk ditiru.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.