Bali sebagai Destinasi Pariwisata Siap Bersaing

Bali dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Sebagai daerah tujuan
wisata utama, kekayaan dan keindahan alam, serta keunikan seni budayanya
menjadi daya tarik utama. Bali tidak hanya terkenal di dalam negeri tetapi di luar negeri juga. Bali ini memiliki julukan pulau dewata karena memiliki
kekhasan yang dipengaruhi oleh agama hindu.
Oleh karena itu, sektor pariwisata menjadi andalan bukan hanya oleh
Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga seluruh lapisan masyarakatnya banyak
berharap dari sektor jasa ini.
Faktor yang menyebabkan bali sebagai daerah tujuan wisata andalan
di Indonesia, karena memiliki kekhasan pada objek wisatanya, baik wisata
alam maupun wisata budaya. Selain itu, didukung pula oleh sarana dan
prasarana pariwisata yang lengkap.

  1. Keunggulan Objek Alam
    Bali dianugerahkan memiliki alam yang indah dan bervariatif, dari
    mulai pantai, laut, sungai, danau, gunung, dan hutan. Semua objek alam ini
    sangat potensial untuk dijadikan objek wisata.
  2. Keunggulan Objek Budaya
    Objek wisata yang tidak kalah menarik, yaitu budaya masyarkatnya.
    Kehidupan masyarakat Bali sangat erat dengan agama hindunya sehingga
    setiap upacara keagamaan merupakan objek yang sangat khas. Pura merupakan tempat ibadah umat hindu yang menarik tersebar di seluruh
    pelosok bali. Oleh karena itu, Bali juga memiliki julukan Pulau Seribu Pura.
  3. Sarana dan Prasarana
    Faktor yang sangat penting dalam kegiatan pariwisata adalah sarana
    dan prasarana pendukungnya, seperti hotel, restauran, cafe, kolam renang,
    pusat souvenir, dan sarana olah raga. Bali memiliki sarana dan prasarana
    yang lengkap.
    Dalam pengembangan pariwisata di Bali harus adanya pengembangan yang terencana secara menyeluruh, sehingga manfaat yang diperoleh optimal bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya. Trend wisatawan saat ini adalah paket wisata minat khusus (special interest), sehingga wisatawan diharapkan mampu mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi keinginannya dalam berwisata. Hal ini membuat peluang usahanya sangat besar karena sasarannya merupakan high quality tourist atau wisatawan yang memiliki kualitas tinggi.
    Dalam mengembangkan pariwisata berkualitas diperlukan adanya integrasi yang saling mendukung dan bekerjasama di masing- masing sektor. Disini dijelaskan bagaimana suatu destinasi pariwisata mengembangkan suatu produk pariwisata yang memang bertanggung jawab. Bertanggung jawab yang dimaksud adalah destinasi pariwisata berhasil membangun suatu sistem pariwisata yang kegiatannya berjalan berkelanjutan dengan memberikan dampak berkualitas baik bagi produknya dan juga kualitas pengalaman wisatawannya. Untuk itu, ada beberapa tahapan bagaimana mengembangkan destinasi pariwisata yang berkualitas, antara lain :
    1.Meningkatkan Sumber Daya Manusia Pariwisata yang Berkualitas
    **Sumber daya manusia (SDM) merupakan peran penting dalam setiap pengelolaan suatu badan atau organisasi. Sumber daya manusia berperan penting karena pelaku semua kegiatan adalah manusia itu sendiri. Apabila manusia yang melakukan kegiatannya berkualitas, akan sangatlah mungkin untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Dalam sistem pariwisata pun SDM adalah kunci utama dalam pengelolaan atau pengembangan.
  4. Melibatkan dan Memberdayakan Masyarakat
    **Partisipasi masyarakat sangat perlu dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan pariwisata yang tidak melibatkan masyarakat sering menyebabkan adanya rasa terpinggirkan di antara masyarakat setempat. Akibat lebih jauh adalah adanya konfrontasi antara masyarakat lokal dengan kalangan industri, yang pada akhirnya mengancam keberlanjutan pembangunan pariwisata itu sendiri.
  5. Membangun Pariwisata Berbasis Kerakyatan.
    **Konsep pembangunan kerakyatan berbeda dengan pembangunan konvensional. Model Top-Down dianggap telah melupakan konsep dasar pembangunan itu sendiri, sehingga rakyat bukannya semakin meningkat kualitas hidupnya, tetapi malah dirugikan dan bahkan termarginalisasi di lingkungan miliknya sendiri. Dalam model Bottom-Up, pembangunan sebagai social-learning yang menuntut adanya partisipasi masyarakat lokal, sehingga pengelolaan pembangunan benar-benar dilakukan oleh mereka yang hidup dan kehidupannya paling dipengaruhi oleh pembangunan tersebut.
  6. Mengemas Produk Pariwisata Berkualitas
    **Permasalahan yang sering dilupakan para pelaku pariwisata adalah ketika mengkemas produk pariwisata agar siap dipasarkan. Produk pariwisata merupakan produk yang harus terus berubah dalam artian produk tersebut setiap saat harus mengikuti trend apabila tidak ingin ditinggalkan konsumen atau wisatawan.
  7. Mengemas Pelayanan Pariwisata
    **Setelah komponen pariwisata dikemas secara benar tentu tidak akan berarti bagi wisatawan yang berkunjung apabila tidak mendapatkan pelayanan. Satu hal yang penting adalah wisatawan berkunjung ke suatu destinasi pariwisata dengan berbagai motivasi. Dan motivasi yang paling besar adalah karena wisatawan pada intinya menginginkan suatu pelayanan baik dari produk yang dilihatnya atau pun dari produk yang dirasakannya. Pelayanan inilah yang nantinya akan meninggalkan kesan di masing – masing wisatawan
  8. Menjaring Wisatawan Berkualitas
    **Pengembangan pariwisata akan semakin berkualitas dengan menjalankan kegiatan yang berkualitas yaitu memberikan pengalaman yang berkualitas pada wisatawan. Dengan demikian wisatawan yang berkunjung ke destinasi sudah pasti wisatawan yang berkualitas, selain itu kepuasan pun akan timbul dari wisatawan ( customer satisfaction ). Dan tentunya wisatawan berani menghabiskan banyak uangnya di destinasi. Uang tersebut agar bisa dinikmati oleh masyarakat lokal setempat. Wisatawan seperti itulah yang diharapkan oleh suatu destinasi pariwisata.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started