Berpikir produktif, kreatif, dan inovatif adalah cahaya bagi kehidupan. Kehidupan yang ada di seluruh alam semesta ini. Sebab itulah bagi orang yang tidak berilmu, hakikatnya dirinya telah mati. Seluruh inderanya tidak dapat dimanfaatkan menurut kodrat, untuk apa indera itu diciptakan. Setiap langkahnya lebih mengarah kepada tindak ketidakmanfaatan, kedholiman, dan kemudlaratan. Maka, jadilah orang yang berilmu. Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari seorang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke arah kematian.
Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia dan merupakan bagian dari siapa kita. Kreativitas merupakan naluri kita yang terbawa sejak lahir. Karena itu, dengan mengetahui kreativitas sebagai sifat hakiki kita sebagai manusia dan memahami bagaimana cara dan proses kita berpikir, kita akan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan maupun mengembangkan gagasan atau ide. Kreativitas dalam hal ini tidak terbatas pada pengembangan gagasan atau inspirasi ide, tetapi termasuk kreativitas dalam pengambilan keputusan maupun pemecahan masalah.
Dalam perekonomian saat ini, bekerja dikantoran bukan lagi menjadi prioritas untuk mendapatkan uang demi kelangsungan hidup. Seperti yang kita keteahui menjadi wirausahawan merupakan hal yang sangat menarik dan bersaing di jaman ini. Dimana kita tidak terikat dengan waktu dan bos yang terkadang menjengkelkan. Membuat usaha kecil merupakan tombak awal untuk pemula yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di sela-sela hari kuliahnya.
Bagi saya, memulai usaha dimulai dari hal yang paling kita sukai, jika saya membuat suatu usaha kecil saya tertarik untuk membuat menu makanan sehat. Namun untuk oemula seoerti saya, saya akan memulainya dari menjual salad buah dan salad sayur. Saya tertarik dengan salad karena saya sendiri sangat senang manyantap makanan tersebut, maka sedikit tidaknya saya telah memiliki stsayar rasa yang cukup enak bagi saya.
Segala hal positif tentunya akan saya lakukan untuk mengembangkan usaha saya. Karena saya sudah menentukan segala langkah yang akan saya tempuh, segera ciptakan cara untuk memanajemen strategi yang sudah saya buat tadi. Hal ini penting untuk memonitor langkah-langkah yang sudah saya lakukan. Adakah yang perlu dibenahi dan dirombak atau malah dilanjutkan dan dikembangkan. Dengan begitu akan lebih mudah memajukan usaha saya dan juga tentunya menambah profit yang sudah dihasilkan sebelumnya oleh usaha saya.
Hal-hal yang saya lakukan untuk mengembangkan usaha saya:
Pertama, ciptakan to do list. Membuat daftar apa saja yang harus saya lakukan dalam beberapa waktu ke depan. Tuliskan secara rinci mulai dari jangka pendek, menengah sampai lama. Dengan begitu akan lebih mudah bagi saya untuk melacak apa sajakah yang sudah dan belum saya kerjakan. Tempel atau letakkan daftar to do list tersebut di tempat yang sering saya lihat misalnya meja kerja, pintu keluar atau yang lainnya. Jika saya sering membacanya tentunya akan dengan mudah menaikkan motivasi saya untuk menyelesaikannya.
Kedua, buat skala prioritas. Tentukan mana sajakah yang harus segera saya selesaikan dalam minggu ini, bulan ini sampai tahun ini. Dengan begitu memudahkan saya untuk segera menuntaskan pekerjaan yang penting untuk usaha saya. Skala prioritas juga membantu saya untuk mengatur waktu. Saya akan lebih terfokus untk menyelesaikan tugas jangka dekat dan yang paling penting saja. Misalnya saya harus pergi untuk bertemu teman-teman saya, dan saya harus pergi mengantarkan pesanan. Tentunya hal yang paling penting adalah mengantarkan pesanan. Dimana pelanggan adalah prioritas utama saya. Hal-hal seperti itulah yang harus saya pisahkan untuk mendapatkan kinerja yang efektif dan efisien.
Ketiga, konsistensi itu penting. Coba lakukan semua rutinitas di atas sebagai suatu kebiasaan sehingga hasilnya akan lebih terlihat. Lakukan semuanya dengan terarah sebagai rutinitas usaha saya. Dengan begitu saya tidak akan bisa meninggalkannya. Konsistensi itu penting untuk membuat usaha yang saya lakukan berhasil dan sukses. Tidak adanya konsistensi sama halnya dengan saya sudah menyusun rencana liburan namun saya tidak memiliki biaya untuk berangkat, sia-sia saja bukan? Oleh karena itu siapkan niat dan juga konsistensi untuk mengembangkan usaha saya.
Keempat, lakukan evaluasi. Hal terakhir yang tidak kalah penting untuk saya lakukan sebagai pelaku usaha adalah melakukan evaluasi. Di setiap akhir bulan lakukan evaluasi sebagai waktu untuk melakukan penilaian terhadap langkah-langkah apa saja yang sudah saya lakukan. Jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai saya bisa menggantinya dan melakukan revisi yang diperlukan. Jika langkah tersebut sudah sesuai saya bisa melanjutkannya dengan beberapa pengembangan yang dapat lebih mengoptimalkan hasil yang sudah saya peroleh. Jika perlu tanyakan kepada rekan keja atau orang lain untuk menilai hasil kinerja usaha saya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.




